Rabu, 12 Maret 2014

Pemerintah Depok, Kenaikan Harga elpiji !

Pemerintah Depok
Pemerintah Depok

Pemerintah Depok - Kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) bikin orang-orang terutama kelompok Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM) bergejolak menampik kebijakan itu.

Persoalan daya susah diatasi lantaran keperluan yang besar, supply terbatas, serta banyak keterlibatan pihak asing dalam tiap-tiap investasi dengan ikatan hubungan kerja atau MoU.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menegaskan, untuk pemerintah daerah, pihaknya juga berusaha membela serta mengayomi beberapa pelaku UMKM di Depok yang juga turut dirugikan serta mengeluh.

Pemerintah Depok kenaikan harga elpiji memanglah dikarenakan harga gas alam yang naik serta beberapa besar impor. Lantaran elpiji 12 kg tidak ditataniagakan, di mana pada mulanya persoalan harga ditata pemerintah, sesaat saat ini jadi kewenangan Pertamina. Usaha pemerintah daerah bertindak mengawasi distribusi di tingkat agen supaya tidak melebihi harga.

" Saya ungkapkan, untuk kelangsungan produktivitas UMKM di semua daerah, yang mempunyai fungsi perekonomian, pemerintah mesti serius menanggung peran pahlawan ekonomi bangsa. Lewat cara bernegosiasi dengan Pertamina lebih serius, bagaimana bikin Pertamina tidak rugi, namun juga tidak untung besar, waktu kondisi begini, " tegas Nur Mahmudi di Depok, Minggu (5/01/2014).

Nur Mahmudi memberikan, pada saat yang sama, pemerintah dengan customer juga mesti berusaha keras menambah nilai ganti rupiah. Paling utama lewat cara menambah produktivitas dalam negeri.

" Menyukai product dalam negeti, kurangi impor. Agar tak ada argumen menaikan harga elpiji. Percepatan kenaikan nilai rupiah mesti selekasnya turunkan nilai dolar, menaikan nilai ganti. Bila dapat balik lagi ke Rp10 ribu, strengthening nilai ganti rupiah, " jelasnya.

Hal semacam itu seluruhnya konsekwensinya, kata dia, dengan menambah implementasi berbasis tehnologi lokal. Langkahnya dapat dengan gerakan biodiversity pangan lewat gerakan menanam.

" Benar-benar kecil animo temuan tehnologi dalam negeri, hingga nilai ganti kita labil. Kita mesti ikut berangkat dari menanam. Holtikultur, palawija, serta penghijauan. Tumbuhkan hasil pangan lokal, cintai product dalam negeri, " tandasnya. Sekian postingan Pemerintah Depok, terimakasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar