Kamis, 20 Maret 2014

Aher Ajak Mahasiswa Wujudkan ‘Indonesia Super’

PEMERINTAH DEPOK
Aher Ajak Mahasiswa Wujudkan ‘Indonesia Super’

PEMERINTAH DEPOK - Indonesia memiliki seluruhnya prasyarat jadi negara digdaya, namun peluang ini belum dipakai karena sebagian segi penyebab. Menyebabkan, kemiskinan terus jadi persoalan mendasar bangsa.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menjelaskan hal sejenis itu saat menyampaikan kuliah umum yang diikuti sebagian ratus mahasiswa dan sebagian dosen Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati).
Kuliah umum juga di hadiri Rektor Unswagati Prof Dr Djohan Rochanda Wiradinata dan Walikota Cirebon Ano Sutrisno. Grup pegawai Unswagati juga ikuti paparan Aher.

“Indonesia negeri yang kaya raya. GDP (Gross Domestic Product) kita tertinggi di Asean, namun setelah dibagi per kepala, maka besaran GDP kita itu tertinggal, ” papar Aher.

Karena situasi itu, Aher mengajak grup muda –khususnya mahasiswa– mulai pikirkan persoalan mendasar bangsa. Kemudian, sebagian muda menyumbangkan pemikiran untuk jalan keluar menuju Indonesia maju dan sejahtera.

“Saya punya niat bicara dalam konteks keindonesiaan karena tengah bersua dengan mahasiswa. Tidak salah pasti, karena 15-20 th. ke depan, Andalah yang memimpin Indonesia, ” tukas Aher.

Dalam pandangan Aher, beberapa orang mencita-citakan Indonesia Super, yakni Indonesia yang mandiri dan disegani dunia.

“Super”, ungkap Aher, yaitu elemen basic maksud bernegara yang mencakup harapan warga megera : security (keamanan dan ketenteraman), prosperity (kesejahteraan), serta religious (keberagamaan)..

Aher menjelaskan, Indonesia Super yakni harapan dan harapan paripurna seluruhnya warga dalam bernegara. Beberapa orang pasti ingin hidup sejahtera, namun sekalian bahagia. Karenanya, kehidupan keberagamanan warga juga perlu terjamin dan tumbuh baik.

“Tentu Indonesia yang dituju ke depan tidak cuma jadi negara yang maju lewat cara ekonomi, namun angka bunuh diri tinggi. Apa kita mau negara kita kaya raya, namun masing-masing hari banya warga yang bunuh diri karena kehilangan maksud hidup, ” ulas Gubernur sarat prestasi nasional.

Lalu, apa formula untuk mencapai Indonesia Super itu? Aher dalam kuliah umumnya mengemukakan, kekuatan Indonesia untuk negeri agraris dan maritim harus dibangun serius dan dengan prinsip yang tinggi.

“Dikaitkan dengan pembangunan industri, maka industri pemrosesan dari hulu ke hilir harus ditangani di dalam negeri. Jangan sampai lagi ada ada ekspor bahan 1/2 jadi, terutama mentah, ” tegas Aher lagi.

Tidak cuma berikanlah kuliah umum, Gubernur Heryawan juga dengan pihak rektorat membahas realisasi perubahan Unswagati jadi Perguruan Tinggi Negeri (PTS).

Dalam kesempatan yang sama, Aher menyampaikan beasiswa pada belasan mahasiswa Unswagati.


Sumber : depoknews. com (rewrite : Amal Gofa)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar